ZA, Tersangka Pelecehan Pasien di National Hospital Cabut Keterangan BAP

ZA, Tersangka Pelecehan Pasien di National Hospital Cabut Keterangan BAP

KENCANBUTA.ORG – ZA, mantan perawat Rumah Sakit National Hospital, Surabaya, hingga kini masih berada di sel tahanan Polrestabes Surabaya. Dia dijerat atas dugaan perbuatan pelecehan seksual yang dilakukan terhadap seorang pasien yakni WD.

Namun, Mahruf Syah kuasa hukum ZA, mengatakan bahwa kliennya telah mencabut keterangan yang ada di dalam berita acara pemeriksaan (BAP) terkait kasus dugaan pelecehan pencabulan seksual. Dia menilai pencabutan itu untuk meluruskan mengenai keterangan yang ada di dalam BAP.

HKB Gaming

“Hari Senin kemarin, sekitar pukul 13.30 WIB, kliennya melalui istrinya melakukan pencabutan yang ada di dalam BAP. Itu disaksikan Kapolda Jawa Timur, Kasat Reskrim AKBP Sudamiran. Yang dicabut itu keterangannya, bahwa apa yang dilakukan perawat ini menjalankan profesi, bukan meremas-remas (pencabulan),” kata Mahruf Syah, saat dihubungi merdeka.com, Kamis (8/2).

Selain pelurusan pencabutan keterangan dalam BAP, apa yang dilakukan ZA itu sesuai dengan prosedur. Karena berdasarkan dari Dewan Pengurus Wilayah Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), tidak ada unsur perbuatan yang melanggar kode etik.

“Dari hasil sidang PPNI, bahwa tidak ditemukan pelanggaran kode etik. Artinya, apa yang dilakukan itu sesuai dengan prosedur,” terang dia.

Meski ZA telah malakukan pencabutan keterangan untuk meluruskan apa yang ada dia dalam isi BAP. Tapi, berkas perkaranya tetap lanjut, dan melihat nanti dari hasil di persidangan.

HKB Gaming

“Iya nanti kita lihat perkembangannya itu seperti apa?,” ujar dia.

Secara terpisah Yudi Wibowo Sukinto kuasa hukum korban sekaligus suami korban menilai, apa yang dilakukan tersangka itu tidak ada dalam aturan KUH Acara Pidana untuk mencabut BAP.

“Bilang ke hakim saja (di persidangan),” katanya.

Menurutnya, dalam kasus seperti ini, seorang pengacara jangan sampai menggunakan ilmu seperti bakpao alias rekayasa.

“Jangan gunakan ilmu bakpao, kalau gunakan itu akan ada korban kedua di persidangan. Gunakan ilmu hukum saja,” ujar dia.

Tidak hanya itu, Yudi panggilan akrab Yudi Wibowo Sukinto ini juga menilai, bahwa berita acara pemeriksaan itu tidaklah seperti paku yang mudah dicabut. Apalagi kasusnya juga sudah dilakukan rekontruksi, jadi tunggu di Pengadilan Negeri Surabaya.

HKB Gaming

“Tidak ada dasarnya cabut mencabut BAP di KUHAP itu. Kecuali, kasusnya itu delik aduan itu berbeda. Tapi ini berbeda, kalau kasus merupakan pencabulan, jadi ini tidak termasuk. Itupun kalau delik aduan yang mencabut adalah pelapor. Tapi ini tidak yang melakukan kok justru terlapor,” katanya.

Perlu diketahui, kasus tersebut terbongkar setelah setelah video pasien marah kepada perawat menyebar di akun media sosial. Pelaku mengakui perbuatannya dengan alasan khilaf. Kasus tersebut, kemudian dilaporkan oleh pihak keluarga pasien ke kantor Kepolisian Resort Kota Besar Surabaya.

Sekarang, sudah ditangani unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya, dan ZA sendiri dijerat Pasal 290 KUHP tentang pelecehan seksual kepada seseorang dalam keadaan tidak sadar.

HKB Gaming

BACA JUGA :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *