Wanita Ini Gelar Pesta Perpisahan Sebelum Bunuh Diri

Wanita Ini Gelar Pesta Perpisahan Sebelum Bunuh Diri

KENCANBUTA – Betsy Davis (41) mengadakan pesta perpisahan, secara harfiah, bersama sahabat-sahabatnya sebelumnya mengakhiri hidup. Para tamu undangan berupaya berlaku enjoy walaupun mengerti pertemuan itu adalah bebrapa waktu akhir melihat Davis dalam kondisi hidup.

Pesta unik ini di gelar di California, Amerika Serikat. Davis menderita penyakit Amyotrophic lateral sclerosis (ALS) biasa disebut ALS. Dia sudah tidak mungkin saja lagi sembuh.

Chicago Tribune melaporkan, Minggu (14/8), wanita yang berprofesi sebagai seniman teater itu lalu ajukan izin resmi melakukan euthanasia. Tahun ini Negara Bagian California mengizinkan warganya bunuh diri dengan pertolongan dokter, seandainya menderita penyakit tidak bisa sembuh.

Sesudah izin dari pemerintah turun, Davis segera membuat undangan pada lebih dari 30 rekan paling dekatnya untuk datang pada 23-24 Juli lalu. Didalam undangan itu diterangkan secara detil kalau Davis akan segera melakukan euthanasia. Mereka bisa datang, bersenang-senang, menghibur tamu lain, atau melakukan apa pun manasuka. Prasyaratnya satu : tidak bisa menangis dihadapan Davis.

” Untuk saya dan kawan-kawan lain yang diundang, rasanya sangat berat. Namun kami ingin ada disana memberikannya semangat hadapi takdir, ” kata Niels Alpert, rekanan fotografer dari New York.

Betsy Davis Diantar Para Sahabat Sebelum Euthanasia

Betsy Davis Diantar Para Sahabat Sebelum Euthanasia

Para teman dekat menyampaikan di detik-detik akhir hidupnya, Davis menyantap pizza dari restoran favoritnya, menenggak cocktail, dan melihat film-film kegemaran. Pada 24 Juli jam 18. 45 waktu setempat, Davis ada sendirian di vila puncak bukit, dekat lokasi pesta. Dia menenggak resep yang sudah diberikan dokter, yaitu kombinasi morfin, pentobarbital, dan beberapa bahan kimia yang lain. Davis wafat empat jam lalu dalam tidurnya.

Di Amerika Serikat, ada empat negara bagian telah mengizinkan warga melakukan euthanasia atas kesepakatan dokter. Lokasi pertama kalinya mengaplikasikannya adalah Oregon pada 1997.

ALS adalah penyakit penurunan manfaat (degeneratif) sel saraf motorik yang berkembang cepat, menyebabkan rusaknya saraf lainya. Tiga tahun lalu Davis masih bisa berjalan. Tetapi satu tahun terakhir dia harus memakai kursi roda. Dokter memprediksi dalam hitungan bulan Davis lumpuh keseluruhan, disusul mengalami pelemahan kekuatan saraf mengolah info.

Pengidap ALS paling lama cuma bisa bertahan 10 tahun sesudah divonis pertama kalinya. Penyebab penyakit langka ini disangka kelainan genetis, namun jumlah penderitanya sangat sedikit didunia ini.

situs-taruhan-sepakbola-dan-casino

situs-taruhan-sepakbola-dan-casino

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *