cangk

Tak Diberi Uang, Pria di Kudus Bunuh Ibu Kandung Pakai Cangkul

Kencanbuta – Seorang pria di Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah tega membunuh ibu kandungnya yang tinggal satu rumah dengan menggunakan cangkul. Menurut Kepala Dusun Kebangsan, Desa Gestasrabi, Kecamatan Gebog Bahrin, peristiwa pembunuhan terhadap tetangganya bernama Siti Aminah (77) diperkirakan terjadi Pukul 10.30 WIB, menyusul adanya pengakuan pelaku, Ansori (33) yang merupakan anak korban.

Usai mencangkul kepala ibunya, lanjut dia, korban selanjutnya melaporkan kejadian tersebut kepadanya. Berdasarkan pengakuan pelaku, kata dia, ibunya dibunuh dengan cara dipukul dengan palu, namun saat dirinya mendatangi rumah korban, di sekitar jasad korban terdapat cangkul yang masih ada sisa darahnya.

AFA

Pelaku yang diduga mengalami gangguan jiwa tersebut marah setelah upaya meminta uang kepada korban tidak dipenuhi.

Setelah mengetahui korban meninggal, dia menginformasikan kejadian tersebut kepada kakak pelaku, kemudian dilaporkan ke kepolisian setempat. “Pelaku sendiri ditahan sementara di Polsek Gebog,” ujarya.

Sebelumnya pelaku pernah berumah tangga, namun setelah berpisah dengan istrinya mulai menunjukkan perilaku yang kurang normal. “Keluarga juga sudah membawa pelaku ke Rumah Sakit Umum Daerah Loekmono Hadi Kudus,” ujarnya.

Pelaku masih dalam proses penyembuhan, karena setiap bulan masih mengambil obat ke RSUD Loekmono Hadi. Hanya saja tidak ada yang mendampingi pelaku saat minum obat, sehingga terkadang semua obat diminum hingga mengakibatkan overdosis.

AFA

Adapun barag bukti yang diamakan berupa cangkul yang diduga digunakan pelaku untuk menghabisi ibunya. “Kami juga akan mendalami motif pelaku melakukan tindakan tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Getasrabi Badrus mengungkapkan, sebelum kejadian, pihak keluarga memang mengajukan surat keterangan ke desa untuk memeriksakan pelaku ke rumah sakit jiwa di Semarang.

Agar kasus serupa tidak terulang, kata dia, ketika ada wargaya yang mengalami gangguan jiwa, tentunya akan diberikan pendampingan dalam pegobatan. “Jika upaya tersebut tidak membuahkan hasil, bisa dikirim ke rumah sakit jiwa,” ujarnya.

AFA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *