Trauma-dimalam-pertama1

Pahami Ekspresi Pasangan Anda Agar Malam Pertama Tak Menakutkan

Kencanbuta.org – Pasangan pengantin baru tentu mengharapkan malam pertamanya berakhir dengan indah untuk kedua belah pihak, baik sang istri maupun suami. Namun tidak sedikit pasangan baru yang malah trauma setelah melakukan malam pertama.

Menurut pakar seksologi kedokteran dari Siloam Hospital, dr Heru H. Oentoeng, FAACS, SpAnd, kejadian trauma seperti ini memang kerap terjadi pada pengantin baru yang tidak memiliki informasi penting soal pendidikan seksual yang cukup. Akibatnya, salah satu pasangan akan takut atau menolak jika diajak bercinta oleh sang suami di kemudian hari.

SBCC-728x90

“Karena kurang informasi atau mendapatkan informasi yang tepat sehingga tidak melakukan aktifitas foreplay, main tusuk saja padahal vagina istri belum siap, belum terlubrikasi jadinya nyeri dan sakit. Itu yang menimbulkan trauma,” tutur dr Heru.

Trauma tersebut bisa menjadi trauma jangka pendek, bisa juga trauma jangka panjang. Trauma jangka pendek biasanya diselesaikan ketika pasutri memiliki keterbukaan tentang seksual atau memcari informasi perihal trauma tersebut, sehingga komunikasi soal hubungan intim dapat berjalan tanpa rasa canggung.

Namun jika pasutri sama-sama kurang mendapat informasi sekaligus tak memiliki komunikasi yang baik, dr Heru mengatakan bahwa trauma yang terjadi bisa saja menjadi trauma yang serius sehingga bereffect panjang. Ia pun menceritakan kisah salah satu pasiennya yang mengalami trauma jangka panjang ketika malam pertama dan selanjutnya tidak bercinta selama 3 tahun setelahnya.

SBCC-728x90

“Ada pasien saya yang telah tiga tahun nggak pernah bercinta karena istrinya mengalami trauma pas malam pertama. Suaminya nggak ngerti main langsung tancap saja, nggak foreplay, nggak kissing. Istrinya kesakitan dan setelah itu nggak mau lagi bercinta sebelum akhirnya datang ke saya,” ungkap dr Heru.

Untuk itu dr Heru mengatakan bahwa sebaiknya memang setiap pasangan yang akan menikah terlebih dahulu melakukan konseling kepada dokter. Sehingga mereka bisa mendapatkan informasi seksual yang tepat sekaligus melatih komunikasi seksual. Komunikasi seksual adalah hal yang paling penting untuk mengetahui keinginan masing-masing pasangan, sehingga tak menyebabkan salah paham apalagi trauma.

BACA JUGA: Tips Lewati Malam Pertama Tanpa Sakit!!

Akan tetapi jika memang pasangan anda terlalu malu untuk mengungkapkannya, salah satu pihak harus bisa menangkap sikap dan ekspresi perhihal posisi seks atau foreplay yang diinginkan pasangan anda melalui komunikas non-verbal. Suami harus mampu memperhatikan ekspresi wajah dan gerak tubuh istrinya, begitu juga sebaliknya.

“Misalnya sebelum malam pertama dijelaskan, saya nggak suka diginiin, saya nggak suka digituin. Kan jadi enak, sama-sama tahu. Atau minimal lewat komunikasi non-verbal, liat eksperi muka pasangan, kalau ekspresinya nggak bagus berarti dia nggak nyaman atau sakit,” ungkapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *