HKB Gaming

Nonstop Masturbasi 42 Kali Seorang Pemuda Meninggal Dunia

Kencanbuta.org – Walaupun onani termasuk kegiatan seksual yang sebenarnya tidak berbahaya jika dilakukan dengan benar dan tidak berlebihan. Tapi jika terlalu sering, onani bisa berdampak negatif seperti kematian, meski alasan pastinya belum diketahui. Ada buktinya? Seorang anak berusia 16 tahun di Rubiato, Brazil meninggal setelah melakukan 42 kali onani tanpa henti. Orangtuanya memang sudah mengetahui bahwa anaknya memiliki kecanduan dan berencana membawanya ke dokter, tapi sayang sudah terlambat.

HKB Gaming

pemuda ini diketahui mulai onani saat tengah malam dan melakukannya dengan cara kompulsif (terus menerus). Bahkan di dalam kamarnya ditemukan banyak koleksi pornografi termasuk foto dan video perempuan. Kejadian yang dialami pemuda ini termasuk langka, tapi melakukan onani hingga 42 kali dalam semalam tentu saja sudah dalam posisi yang membahayakan fisik dan psikis yang melakukannya.

Ada pula kasus pria yang tidak disebutkan identitasnya meninggal ketika onani dengan metode seks yang membatasi asupan oksigen ke otak (autoerotic asphyxiation). Ia sengaja merasakan sesak napas saat onani untuk meningkatkan kesenangan dan menciptakan suatu euforia. Berapa banyak onani yang boleh dilakukan tergantung dari kondisi tubuh seseorang. Tapi disarankan pria melakukan onani maksimal 2-3 kali dalam seminggu. Frekuensi ini bisa lebih asalkan pria tersebut belajar bagaimana caranya untuk orgasme tanpa ejakulasi.

Ketika seseorang mencapai orgasme maka pria akan kehilangan cukup banyak energi karena hampir semua otot akan mengalami kontraksi. Jika onani terus menerus dilakukan tanpa henti maka bisa membuat orang kekurangan energi yang nantinya bisa mengakibatkan pingsan atau kematian, seperti dikutip dari Askmen,

onani yang berlebihan akan membuat tubuh kekurangan nutrisi penting dan fungsi hormon di dalam tubuh terganggu karena hormon seks berlebih dan neurotransmitter seperti asetilkolin, dopamin dan serotonin turut meningkat, sehingga mengganggu kelenjar adrenalin dan otak. Produksi zat kimia yang berlebihan ini memiliki efek yang berbeda-beda seperti kelelahan, nyeri panggul, perubahan penglihatan, nyeri punggung bawah, nyeri di testis serta kerontokan rambut.

onani yang dilakukan secara kompulsif (terus-terusan) juga bisa berdampak negatif bagi pekerjaan, harga diri, kesehatan serta kehidupan sosialnya. Sementara itu menurut pakar seks Dr Andri Wanananda MS dalam konsultasi detikHealth menuturkan onani relatif normal bila dilakukan tidak sampai mengggangu kegiatan produktif sehari-hari. Tapi jika keseringan bisa menyebabkan ejakulasi dini saat sanggama dengan pasangannya.

HKB Gaming

“Hal ini disebabkan oleh kebiasaan tergesa-gesa saat onani karena ingin cepat merasakan kenikmatan orgasme seorang diri (self-satisfaction). Lalu ketika ia menikah, sifat tersebut masih terpatri pada dirinya hingga mengabaikan eksistensi isterinya. Itulah yang menyebabkan banyak kasus ejakulasi dini,” tutur Dr Andri. Intinya menurut Dr Andri boleh saja melakukan onani asalkan dalam batas yang wajar dan tidak mengganggu kehidupan pribadi dan sosial.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *