berita terbaru

Heboh!!! Pemerkosaan Turis Prancis di Labuan Bajo

Heboh!!! Pemerkosaan Turis Prancis di Labuan Bajo – Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Nusa Tenggara Timur Abed Frans mengecam keras permasalahan pemerkosaan terhadap wisatawan asing asal Perancis yang dilakukan oknum yang menyatakan pemandu wisata di Labuan Bajo, Pulau Flores.

“Kami mengecam keras kejadian ini, ini paling memalukan dan mencoret pariwisata anda di NTT khususnya di Labuan Bajo yang menjadi tujuan wisata unggulan,” kata Abed Frans saat dihubungi Antara di Kupang, Kamis (21/6/2018).

Heboh!!! Pemerkosaan Turis Prancis di Labuan Bajo

Ia menjelaskan, laksana diketahui seorang wisatawan asing asal Perancis berinisial MB (22) diperkosa seseorang yang menyatakan sebagai pembimbing wisata berinisial A di Labuan Bajo pada Selasa 12 Juni.

Kejadian tersebut bermula ketika korban diantar pelaku menuju tempat wisata Air Terjun Cunca Wulang memakai sepeda motor.

Abed bercita-cita pihak Kepolisian Resor Manggarai Barat segera menciduk pelaku perbuatan terkutuk tersebut yang dominan buruk terhadap pariwisata di Labuan Bajo yang adalahsalah satu dari 10 tujuan prioritas nasional itu.

“Sebagai unsur dari pelaku pariwisata kami jelas paling malu dan geram dengan atas kejadian ini, kami bercita-cita polisi segera mengusut dan menciduk pelaku,” katanya.

GAME POKER ONLINE

Kencanbuta.org merupakan situs yang menyediakan layanan informasi berita terbaru, berita terkini, berita viral, berita seks, kesehatan, berita trending, berita teknologi, serta segala informasi paling update terbaru hari ini. Situs yang menyediakan berbagi informasi paling akurat dan update setiap harinya

Ia meminta pihak Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) di Kabupaten Manggarai Barat bareng pemerintah wilayah setempat supaya segera menanggulangi masalah tersebut sampai tuntas.

Menurutnya, pemerintah wilayah dan HPI setempat memberikan garansi bahwa pembimbing wisata yang bertugas di Labuan Bajo mengantongi sertifikat sah dari pemerintah atau lembaga resmi.

Abed menyatakan masih menantikan klarifikasi dari HPI setempat bersangkutan kedudukan oknum pelaku pemerkosaan yang menyatakan sebagai pembimbing wisata itu.

“Sebenarnya sekalipun pelaku tersebut guide abal-abalan tetap saja tugas dari HPI dan Pemda setempat untuk merapikan masalah tersebut,” katanya.

Ia menambahkan, pelayanan ASITA sebagai operator tour pun tergantung dari kinerja pembimbing wisata yang dipilih guna melayani wisatawan di lapangan. Ia bercita-cita untuk selanjutnya tidak terulang kembali sebab akan dominan buruk terhadap pembangunan pariwisata di wilayah itu.

Baca juga tulisan seputar Berita Terbaru atau tulisan menarik lainnya dari Kencanbuta.org.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *