Hari Batik Nasional, Sejarah dan 5 Motif Batik Terpopuler

Hari Batik Nasional, Sejarah dan 5 Motif Batik Terpopuler

Hari Batik Nasional, Sejarah dan 5 Motif Batik Terpopuler – Selasa, 2 Oktober 2018 merupakan Hari Batik Nasional.

Batik merupakan warisan budaya Indonesia yang tidak boleh dilupakan. Sejak diresmikannya batik sebagai warisan budaya Indonesia dari UNESCO, batik menjadi sangat populer di kalangan masyarakat. Kepopuleran batik ini pada dasarnya disinyalir dari dampak bahwa Malaysia ingin meresmikan batik sebagai warisan budayanya. Namun, seiring penelusuran sejarah dan nilai intangible dari sebuah batik menjadikan masyarakat Indonesia tersadar bahwa batik sangat penting untuk dilestarikan.

Link Alternatif Poker

Bentuk pelestarian batik ini terbukti dengan adanya hari batik nasional yang ditetapkan pada setiap tanggal 2 oktober. Dengan adanya hari batik nasional, beberapa instansi pemerintahan saat ini juga mewajibkan untuk karyawannya untuk menggunakan batik sebagai seragam kantor. Bahkan, tidak hanya berlaku untuk karyawan, anak-anak sekolah pun juga diwajibkan untuk menggunakan batik sehari dalam setiap minggunya. Dengan demikian, batik menjadi lestari dan tidak akan ditinggalkan begitu saja oleh masyarakatnya.

Hari Batik Nasional, Sejarah dan 5 Motif Batik Terpopuler

Nah bagi kalian yang masih belum tahu ada 5 motif paling populer di Indonesia, maka akan kami bagikan informasi kepada kalian semua di bawah ini.

Motif Parang

Motif Parang

Motif Parang

Motif adalah motif batik yang khas dari tanah Jawa. Motif ini menyebar luas di seluruh penjuru daerah di pulau Jawa, dari Jawa Tengah, Yogjakarta, Jawa Barat, serta Jawa Timur memiliki motif batik parang. Dari keseluruhan daerah tersebut dalam menggunakan motif parang ditandai dengan aksen batik tersebut. Misalkan di Jogja ada motif parang rusak dan parang barong, di Jawa Tengah ada parang slobog, atau di Jawa Barat ada motif parang klitik. Semua daerah memiliki aksen tersendiri dalam membuat motif parang, tetapi motif ini selalu hadir di seluruh tanah Jawa.

Motif Priyangan

Motif Priyangan

Motif Priyangan

Motif batik jenis Priyangan berasal dari daerah Tasik dengan dominasi motif tumbuhan. Jenis motif ini digambarkan dengan tumbuhan yang digambar dan disusun secara rapi dan simetris. Kecenderungan batik dari Tasik ini memiliki warna yang terang tetapi kalem dan tidak mencolok sehingga jenis batik ini cocok untuk berbagai acara.

Motif Kawung

Motif Kawung

Motif Kawung

Jenis batik motif kawung ini berasal dari daerah Jawa Tengah yang terinspirasi dari bentuk buah kolang kaling. Bentuk kolang kaling yang lonjong disusun empat sisi membentuk sebuah lingkarang. Motif kawung ini cenderung berkembang di daerah Jawa Tengah dan Yogyakarta dan memiliki kesamaan motif tetapi berbeda aksennya saja. Motif batik kawung ini juga sering kita lihat digunakan oleh banyak orang Indonesia.

Motif Mega Mendung

Motif Mega Mendung

Motif Mega Mendung

Motif ini berasal dari Cirebon dan memberikan kesan mewah karena memberikan motif mendung di langit yang berwarna cerah. Jenis batik ini cenderung digunakan oleh orangtua atau anak muda, baik perempuan maupun pria karena bisa dipadu padankan dengan berbagai lifestyle keseharian.

Motif Tujuh Rupa

Motif Tujuh Rupa

Motif Tujuh Rupa

Motif ini berasal dari Pekalongan. Siapa yang tidak kenal Pekalongan? Kota ini sangat lekat dengan batik tujuh rupanya karena menampilkan bentuk motif bergambar hewan dan tumbuhan. Motif tersebut diambil dari campuran kebudayaan local dan etnis China. Dalam motif batik tujuh rupa ini merupakan hasil akulturaasi budaya sehingga membuat batik Pekalongan ini sangat popular.

Lihat juga :

Hari Batik Nasional, Sejarah dan 5 Motif Batik Terpopuler

Kelima motif batik di atas termasuk dalam jenis motif yang popular digunakan oleh masyarakat Indonesia. Hal tersebut karena motifnya yang bagus dan mudah diproduksi seacra masal. Untuk masalah harga tergantung dari bahan dan kualitas motifnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *