Gila! Pria Ini Siarkan Langsung Aksi Penembakan Masjid di Selandia Baru

Gila! Pria Ini Siarkan Langsung Aksi Penembakan Masjid di Selandia Baru

Kencanbuta.org – Pria yang menembaki jamaah di Masjid Al Noor, Christchurch, Selandia Baru telah menyiarkan aksi gilanya secara langsung melalui livestream yang berjalan selama 17 menit.

Dilansir dari situs berita New Zealand Herald melaporkan bahwa, livestream itu dimulai saat pelaku, yang diidentifikasi sebagai Brenton Tarrant, seorang pria berusia 28 tahun asal Australia mengemudikan mobilnya ke masjid Al Noor dan memarkir mobilnya. Beberapa senjata dan tumpukan amunisi dilaporkan difilmkan di video, bersama dengan tabung bensin.

Para penonton livestream itu bisa menyaksikan ketika dia mempersenjatai diri, berjalan ke masjid dan mulai menembak tanpa pandang bulu. Tarrant berdiri di ambang pintu masjid, menghalangi orang di dalam melarikan diri.

Setelah menembakkan semua amunisi yang ia miliki bawa bersamanya, Tarrant berjalan ke mobilnya untuk mengambil lebih banyak peluru dari bagasi.

Dia kemudian kembali ke masjid mencari orang-orang yang selamat dan menembak orang-orang yang terbaring tak bergerak di tanah. Ketika Tarrant meninggalkan masjid, dia menembak seorang wanita di jalan.

Video itu kemudian menunjukkan Tarrant duduk kembali ke dalam mobil dan mengemudi pergi. Sebuah kendaraan yang hampir menghalangi jalannya ditembak beberapa kali dengan senapan. Video 17 menit berakhir dengan penembak melaju dengan kecepatan penuh. Streaming itu sama sekali tidak terputus sepanjang aksi penembakan dari awal sampai akhir.

Sebelum melakukan penembakan, pria itu mengunggah manifesto sepanjang 73 halaman panjang yang menjelaskan secara terperinci mengapa ia melakukan tindakan sadisnya.

Penembakan itu terjadi pada Jumat sekitar pukul 01.40 siang waktu setempat. Sejauh ini sedikitnya 40 orang dilaporkan tewas dan puluhan lagi mengalami luka-luka. Polisi melaporkan bahwa mereka telah menahan Tarrant.

Link Alternatif Daftar Jayapoker

Link Alternatif Daftar Jayapoker

Siapa itu Brenton Tarrant

Pelaku penembakan masjid di Christchurch, Selandia Baru, Brenton Tarrant, bekerja sebagai pelatih pribadi di Big River Gym di kota Grafton utara New South Wales, demikian diungkapkan ABC.

Manajer gym, Tracey Grey mengonfirmasi pria yang merekam serangan dan melakukan streaming online itu adalah Tarrant.

Menurut Grey, Brenton bekerja di gym-nya setelah lulus sekolah pada tahun 2009 hingga 2011. Setelah itu, Brenton disebutkan sering berpergian keluar negeri.

“Dia adalah pelatih pribadi yang sangat berdedikasi,” kata Gray. “Dia bekerja pada kami yang menawarkan pelatihan gratis kepada anak-anak, dan dia sangat bersemangat tentang itu.”

 Gray mengatakan Tarrant waktu itu tidak terlihat sebagai seseorang yang memiliki minat pada senjata api. “Saya pikir sesuatu pasti telah berubah dalam dirinya selama tahun-tahun ketika ia menghabiskan waktu ke luar negeri,” katanya.

Tarrant mengatakan dia bekerja dalam waktu singkat sebelum menghasilkan uang dari Bitconnect, mata uang kripto seperti Bitcoin, kemudian menggunakan uang itu untuk membiayai perjalanannya.

Tarrant diketahui telah mengunjungi Eropa, Asia Tenggara dan Asia Timur.

Ia juga pergi ke Korea Utara, di mana ia difoto Bersama kelompok wisata yang mengunjungi Monumen Besar Samjiyon.

Tarrant menggambarkan dirinya sebagai “orang kulit putih biasa, dari keluarga biasa” yang lahir di Australia dan menjadi “kelas pekerja, keluarga berpenghasilan rendah”.

Gray mengatakan ayah Tarrant yang bernama Rodney meninggal karena beberapa jenis penyakit yang berhubungan dengan asbes ketika Tarrant sedang menyelesaikan sekolah menengah. Sebuah obituari untuk Rodney Tarrant di surat kabar lokal Daily Examiner pada Agustus 2010 mengatakan dia meninggal karena kanker pada usia 49 tahun pada April 2010.

Tarrant diyakini masih memiliki saudara perempuan dan ibu yang masih hidup.

Tarrant mewarisi minat ayahnya dalam kebugaran fisik.

“Dia sangat baik, sangat berdedikasi terhadap latihannya,” kata Gray. “Dia banyak berlatih, dan beberapa orang bisa mengatakannya secara berlebihan, dia bersemangat tentang kesehatan dan kebugaran dan membuat perubahan itu di ruang pribadinya.”

“Sejujurnya saya tidak percaya bahwa seseorang yang saya selalu berurusan dengannya sehari-hari akan mampu melakukan sesuatu yang ekstrem ini,” katanya.

Link Alternatif Daftar Brovegas

Link Alternatif Daftar Brovegas

Modus Aksi Brutal

Tarrant menyiarkan dirinya ketika melakukan pembantaian atau aksi teror keji ke masjid Al Noor di Christchurch, Selandia Baru.

Selan itu, Tarrant juga memposting sebuah manifesto online yang membahas alasan serangan keji itu dilakukan.

Dia menggambarkan alasannya melakukan aksi teror itu untuk “menunjukkan pada penjajah bahwa tanah kita tidak akan pernah menjadi tanah mereka, tanah air kita adalah milik kita sendiri dan bahwa, selama orang kulit putih masih hidup, mereka tidak akan pernah menaklukkan tanah kita dan mereka tidak akan pernah menaklukkan tanah kita dan mereka tidak akan pernah menaklukkan tanah ganti orang-orang kami”.

Tarrant juga mengatakan dia tidak merasa menyesal atas serangan itu. “Saya hanya berharap saya bisa membunuh lebih banyak penjajah, dan lebih banyak pengkhianat juga.”

Dia juga mengatakan ada “komponen rasial untuk serangan itu” dan menggambarkannya sebagai “anti-imigrasi” dan “serangan atas nama keanekaragaman”.

Setidaknya ada 40 korban dinyatakan meninggal dunia dalam teror keji ini, dan 50 lainnya dilaporkan terluka.

Jumlah korban dilaporkan terus bertambah. Sebagian besar korban kini dirawat di rumah sakit. Mereka terluka satu hingga dua tembakan.

Masjid An-Nur adalah pusat ibadah dan sosial komunitas Muslim di negara bagian New Zealand itu. Alamatnya di Jl Deans Avenue No 101, Christchurch, New Zealand, sekitar 50 meter dari taman kota Christchurch, Hegley Park.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *