Ahok sedang memberikan sambutan kepada peserta pegelaran kesenian betawi di Gedung Kesenian Jakarta, Jalan Gedung Kesenian 1 Pasar Baru Sawah Besar, Jakarta Pusat, Minggu (31/7).

Bantah Anies, Ahok Ungkap Aliran Uang Operasional Gubernur DKI

Kencanbuta- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berencana menaikkan anggaran dan jumlah anggota Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) dari 15 orang menjadi 73, dan anggaran naik dua kali lipat menjadi Rp 28,5 miliar.

Anies menyebut, salah satu alasan naiknya anggaran TGUPP lantaran tak ingin tim gubernur dibiayai oleh swasta seperti dilakukan Gubernur DKI terdahulu yakni Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

SBCC-728X90

Menanggapi hal tersebut, Ahok mengatakan semua staf gubernur dibiayai oleh dana operasional gubernur, bukan oleh swasta.

“Kami selama di Balai Kota Jakarta murni digaji dari operasional Gubernur Pak Ahok,” tulis tim BTP di akun instagram resmi Ahok @basuki BTP

Tim Ahok lantas membeberkan penganggaran uang operasional Rp 4,5 miliar yang diterima Gubernur DKI setiap bulannya. Uang tersebut dibagi kepada wagub, sekda dan wali kota untuk biaya operasional para pejabat tersebut.

SBCC-728X90

Selain itu, uang operasional Ahok juga digunakan untuk membantu pengaduan warga dari membayar ijazah, membeli kursi roda hingga membantu pembangunan rumah ibadah.

“Serta menambah honor untuk para OB (office boy) dan para cleaning service yang bekerja di sekitar kantor gubernur,” tulis timBTP

SBCC-728X90

Menurut Kepala Biro Kepala Daerah dan Kerja Sama Luar Negeri DKI Muhammad Mawaradi, dana operasional Anies-Sandi untuk Oktober sudah disalurkan.

Dana operasional, kata Mawardi, diambil dari 0,13 persen dari PAD (Pemdapatan Asli Daerah). 0,13 persen dari PAD DKI nilaninga sebesar Rp 4,5 miliar.

“Rp 4,5 miliar itu total Gubernur dan Wagub. Untuk pembagiannya juga masih sama kaya dulu yaitu 60:40,” kata Mawardi.

SBCC-728X90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *