HKB Gaming

Gempa Jawa Dikarenakan Fenomena Gerhana Supermoon Pada Akhir Januari 2018

Kencanbuta.org, Ibudaerah Jakarta – Wakil Presiden Jusuf Kalla hendak menunaikan salat zuhur ketika Ibudaerah Jakarta diguncang getaran gempa, Selasa 23 Januari 2018. “Pak, ada getaran gempa,” itu yang disampaikan salah satu stafnya. Setelah melihat lampu gantung bergoyang, JK pun keluar ruangan.

Sementara itu, kepanikan melanda Ibu daerah. Di sebuah pusat perbelanjaan, para pengunjung berebut turun dengan eskalator, karyawan berhamburan dari perkantoran. Pasien rumah sakit dievakuasi, tamu salon berhamburan, bahkan beredar foto seorang pria keluar dengan handuk terlingkar di badan. Mungkin ia sedang mandi saat lindu mengguncang.

Gempa Jawa Dikarenakan Fenomena Gerhana Supermoon Pada Akhir Januari 2018

Seorang warga yang trauma membandingkan getaran kuat di Ibudaerah Jakarta dengan apa yang dialaminya pada 2007 lalu, ketika lindu dahsyat melanda Yogyakarta.

getaran hebat yang dirasakan warga Ibudaerah Jakarta Selasa siang, sejatinya tak berpusat di ibu daerah. Episentrum getaran gempa 6,1 skala Richter berada di laut, 43 km barat daya daerah Muarabinuangeun, Kabupaten Cilangkahan, Provinsi Banten.

Namun, lagi-lagi, kejadian tersebut membuktikan satu hal: Ibudaerah Jakarta, daerah terpenting di Indonesia, rentan getaran gempa.

Belum lagi reda rasa was-was, beredar kabar tentang potensi lindu yang lebih besar lagi. “Diharapkan keluar rumah nanti malam pukul 22.30-23.59 dikarenakan potensi getaran gempa susulan 7,5 SR,” demikian kabar yang mengatasnamakan BMKG beredar viral.

Kabar, yang menyertakan peringatan dini dari BMKG soal potensi gelombang tinggi, belakangan terbukti bohong alias hoax. BMKG membantah, ahli getaran gempa pun menepis.

Ahli Geologi getaran gempa Bumi LIPI, Danny Hilman Natawidjaja mengatakan, getaran gempa susulan biasa terjadi. Namun, kekuatannya tak sebesar yang utama.

“getaran gempa susulan hanya untuk menyeimbangkan lempeng saja. Kadang warga itu salah pengertian. Yang harus diwaspadai sebenarnya getaran gempa yang besarnya tadi,” kata Danny saat dihubungi Kencanbuta.org.

warga diminta tidak terpancing isu tentang adanya prediksi getaran gempa susulan 7,5 SR di media sosial.

Terpisah, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menegaskan, ilmu pengetahuan saat ini belum mampu memprediksi secara pasti, kapan, di mana, dan berapa besar getaran gempa akan terjadi.

Oleh karena itu, dia meminta warga mencari kebenarannya jika menerima informasi akan terjadi getaran gempa.

Gempa Jawa Dikarenakan Fenomena Gerhana Supermoon Pada Akhir Januari 2018

“Bahkan dengan spesifik mengatakan besar, waktu dan lokasi itu adalah hoax. Jadi jangan ikut-ikutan menyebarkan di medsos.”

Meski demikian kesiapsiagaan adalah hal yang wajib dimiliki warga Indonesia. Perlu dipahami bahwa negara kita terletak di lingkaran ‘cincin api Pasifik’ atau Pacific Ring of Fire dan daerah kedua yang paling aktif di dunia: sabuk Alpide. Terjepit di antara dua daerah getaran gempaan berarti, Tanah Air menjadi lokasi sejumlah letusan gunung berapi dan getaran gempa terdahsyat yang pernah terjadi di muka Bumi. Menjadi ‘supermarket’ bencana.

Sutopo menjelaskan, selatan Jawa merupakan zona sepi getaran gempa besar. daerah selatan Jawa, khususnya dari segmen Pangandaran hingga Pacitan dan Banyuwangi, adalah zona seismic gap.

“Lempeng Indo Australia dan Eurasia di selatan Jawa ini aktif bergerak rata-rata dengan kecepatan 6,6 cm per tahun. Ratusan tahun tanpa getaran gempa besar sehingga energinya terkunci. Artinya ada potensi yang besar. Suatu saat bisa lepas energinya menjadi getaran gempa dan membangkitkan tsunami. Kapan? Kita tidak tahu pasti,” tutur Sutopo.

Gempa yang berpusat di Banten terjadi pada Selasa 23 Januari 2018 pukul 13.34 WIB, berdekatan dengan prediksi Gerhana Supermoon bulan pada 31 Januari 2018.

Sejumlah orang pernah mengait-ngaitkan gempa 7,4 SR Jepang 21 December 2010 dan gempa 6,5 SR Iran yang mengakibatkan korban jiwa, dengan Gerhana Supermoon bulan.

Dan, kebetulan, tak lama setelah gempa 6,1 di Banten, lindu dahsyat dengan kekuatan 7,9 SR mengguncang Alaska.

Sudah lama Bulan dikait-kaitkan dengan terjadinya gempa. Apalagi lindu dan tsunami Aceh pada 26 Desember 2004 juga terjadi 2 pekan sebelum supermoon 10 Januari 2005. Pun dengan gempa 9 SR di Jepang pada 11 Maret 2011.

HKB Gaming

Benarkah fase Bulan berpengaruh pada aktivitas geologi, khususnya gempa?

Peneliti Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI, Danny Hilman Natawidjaja menegaskan, tidak ada kaitan antara kedua fenomena alam tersebut.

“Tidak ada kaitannya. Itu suatu perkiraan orang dihubung-hubungkan orang,” ujar Danny.

Senada, Kepala Bagian Humas BMKG, Hary Tirto Djatmiko, menegaskan kedua hal tersebut terlalu jauh untuk dikaitkan.

“Sejauh ini tidak ada kaitannya. Yang satu fenomena astronomi yang satu fenomena terkait geologi. Jadi dua hal yang berbeda,” tutur Hary kepada kencabuta.org
Berdasar hitungan astronomis, Rabu 31 Januari 2018, seluruh wilayah Indonesia akan mengalami fenomena Gerhana Supermoon Bulan Total (GBT). Proses GBT dimulai pada pukul 17.51 WIB dan berakhir pada pukul 23.08 WIB.

Dikutip dari planetarium.jakarta.go.id, GBT dapat disaksikan di semua wilayah Indonesia. Namun, tahapan Gerhana Supermoon yang relatif dapat mudah diamati oleh awam adalah mulai pukul 18.48 WIB hingga pukul 22.11 WIB.

Saat inilah bulan memasuki bayang-bayang utama (umbra) Bumi. Wajah Bulan, yang seharusnya dalam fase purnama, sebagian menjadi gelap. Hal ini membuat wajah Bulan di bagian tepi menjadi agak cekung.

kejadian GBT aman dilihat dengan penglihatan telanjang tanpa alat bantu semisal binokuler (kèkeran) atau teleskop (teropong). Tidak berbahaya bagi kesehatan mata. Namun, tatkala melihat dengan alat bantu optik dan mengamati bulan dalam fase purnama cukup menyilaukan. Jadi, tidak pula disarankan berlama-lama terlebih jika malam sedang benderang.

Getaran yang dipicu gempa 6,1 SR di Banten menjalar hingga ke banyak daerah: Jakarta, Sukabumi, Bogor, dan Cianjur.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat beberapa gedung mengalami kerusakan sedang hingga parah. Untung, korban jiwa tak jatuh.

Kerusakan tak hanya dirasakan di sekitar episentrum gempa, tapi juga di daerah lain. Bahkan, di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, enam pelajar SMK luka berat dan dua pelajar luka ringan setelah tertimpa genteng yang berjatuhan di ruang kelas mereka.

Gempa juga membuat pintu kaca di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, daerah Tangerang, pecah. Sejumlah penumpang dan karyawan berhamburan keluar gedung.

Gempa Jawa Dikarenakan Fenomena Gerhana Supermoon Pada Akhir Januari 2018

Pintu kaca yang pecah lantaran kekuatan getaran gempa, dibenarkan oleh Vice Presiden of Corporate Communication PT Angkasa Pura II, Yado Yarismano.

“Ya, kami konfirmasi dari teman-teman operasi ada salah satu kaca di skybridge atau jembatan menuju parkiran ada yang pecah akibat dari gempa barusan,” ujar Yado, Tangerang, Selasa (23/1/2018).

Sebuah mobil yang terparkir di halaman Bareskrim Polri di Jakarta Pusat pun jadi ‘korban gempa‘.

Bagian depannya penyok, kaca remuk, gara-gara tertimpa pecahan marmer pelapis dinding gedung yang terjun bebas dari lantai atas.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *